oleh

Virus Corona Pangkas Produksi Minyak Mentah Dunia

HALUANKALTIM.COM, JAKARTA – Dampak negatif penyebaran virus corona masih belum berakhir, hal itu menyusul adanya rekomendasi pemangkasan produksi minyak mentah dunia sampai akhir 2020 dari Komite Teknis Bersama Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).

Menteri Energi Aljazair Mohamed Arkab sekaligus Anggota OPEC menyatakan rekomendasi ini merupakan hasil dari rapat komite teknis yang diselenggarakan di Austria pada 4-5 Februari.

Pertemuan itu sengaja dilakukan guna mengkaji kebijakan pemotongan volume produksi di tengah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, China.

“Mereka merekomendasikan untuk memperpanjang hingga akhir 2020 dari perjanjian pengurangan produksi saat ini dan melanjutkan dengan pengurangan tambahan dalam produksi sampai akhir kuartal kedua 2020,” ungkap Arkab seperti dilansir dari CNN Indonesia mengutip AFP, Senin (10/2/2020.

Arkab mengaku setuju dengan rekomendasi tersebut, namun hal ini belum disepakati oleh OPEC dan sekutu di luar organisasi, seperti Rusia. Rekomendasi ini masih harus dilanjutkan ke rapat konsultasi para anggota OPEC+.

“Untuk dapat dengan cepat menstabilkan pasar minyak dan menghadapi krisis saat ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Komite merekomendasikan pemotongan mencapai 600 ribu barel per hari (bpd) mulai kuartal I hingga kuartal II 2020. Jumlah ini lebih rendah dari pemotongan produksi yang sudah dilakukan OPEC pada akhir tahun lalu.

Pada Desember 2019, OPEC sepakat mengurangi produksi minyak mencapai 1,7 juta bpd. Mekanisme pemotongan terbagi dalam dua tahap, yaitu 1,2 juta bpd pada kuartal I 2020.

Lalu, 500 ribu bpd pada kuartal II 2020. Tujuannya, guna mendongkrak harga minyak di pasar dunia.

Namun, penyebaran virus dalam dua bulan terakhir membuat OPEC kembali berpikir untuk mengurangi produksi minyak.

Apalagi, China merupakan salah satu konsumen minyak hasil produksi negara-negara yang tergabung di OPEC.

Sementara wabah virus menekan kegiatan ekonomi Negeri Tirai Bambu, permintaan minyak diperkirakan akan turun. Bila hal itu terjadi, maka harga minyak akan terus turun pada tahun ini.

“Epidemi virus corona telah berdampak negatif pada aktivitas ekonomi, terutama dalam transportasi, pariwisata dan industri, khususnya di China,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed