oleh

Selir Raja Thailand Tak Lagi Menyandang Gelar Kehormatan Lantaran Dianggap Ambisi Saingi Ratu

INTERNASIONAL (HK) – Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, murka dan mencabut semua gelar kehormatan yang disandang selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi.

Keputusan itu dilakukan lantaran selir Raja Thailand tersebut dianggap berambisi menyaingi posisi ratu dan dinilai tidak mengerti tradisi kerajaan.

Melalui surat perintah kerajaan, Maha resmi mencabut gelar Chao Khun Phra dari Sineenat karena “tidak setia pada raja” dan “bertindak melawan penunjukan Ratu (Suthida) karena ambisinya sendiri.”

“Ia tak menunjukkan hormat kepada raja dan tidak mengerti tradisi kerajaan. Tindaknnya hanya untuk menguntungkan diri sendiri,” demikian bunyi pernyataan Kerajaan Thailand, dilansir dari CNN Indonesia mengutip AFP, Selasa (22/10).

Selir yang biasa dipanggil Koi tersebut baru saja menerima gelar Chao Khun Phra saat perayaan ulang tahun Maha Vajiralongkorn pada 28 Juli lalu.

Dua bulan sebelumnya, tepatnya pada Mei, Maha Vajiralongkron mempersunting Suthida, yang otomatis mendapatkan gelar ratu.

Suthida merupakan mantan pramugari Thai Airways. Sempat menjadi tim keamanan Vajiralongkorn, Suthida kemudian diberi gelar jenderal pada 2016 lalu.

Sementara itu, Koi merupakan lulusan Akademi Keperawatan Tentara Kerajaan Thailand dan langsung bertugas tak lama setelah lulus di usia 23 tahun.

Selain dilatih menjadi pilot, Koi juga tergabung dalam tim pengawal kerajaan. Menjelang pelantikan Vajiralongkorn, Koi diberi gelar mayor jenderal.

Dalam prosesi pelantikan Maha Vajiralongkorn beberapa hari setelah pernikahan dengan Suthida, Koi terlihat dalam arak-arakan militer menggunakan seragam lengkap.

Tindakan Sang Raja yang tiba-tiba menaggalkan semua gelar kehormatan selirnya itu mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

“Tindakan raja tersebut menunjukkan bahwa ia berharap dapat dilihat sebagai monarki yang sangat memegang kendali dan tidak akan membiarkan kemungkinan perpecahan dalam institusi kerajaan,” kata seorang analis dari Naresuan University, Paul Chambers.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed